Ketahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk kampanye Sedekah Energi.
01
Objektif
02
Do & Dont's Offline Campaign
Pahami konteks komunitas target dan sesuaikan pesan kampanye dengan kebutuhan, nilai-nilai, serta budaya mereka.
Jelaskan manfaat wakaf hutan atau sedekah energi dalam perspektif Islam dengan menekankan nilai amal jariyah atau pahala berkelanjutan.
Sediakan langkah mudah untuk berkontribusi, seperti QR code untuk donasi atau daftar kegiatan praktis.
Kerjasama dengan tokoh agama, ulama, atau influencer Muslim untuk membangun kredibilitas kampanye.
Kumpulkan feedback peserta dan dokumentasikan kegiatan untuk publikasi dan perbaikan di masa depan.
Hindari istilah teknis yang sulit dipahami tanpa penjelasan sederhana.
Jangan mengesampingkan nilai, adat, atau tradisi setempat dalam merancang pesan kampanye.
Jangan menggunakan material kampanye yang tidak ramah lingkungan, seperti plastik sekali pakai.
Hindari memberikan kesan bahwa kontribusi hanya soal uang; tunjukkan berbagai cara lain untuk berpartisipasi.
Hindari nada komunikasi yang terlalu formal atau menggurui, terutama untuk audiens muda.
03
Do & Dont's Digital Campaign
Sampaikan pesan-pesan yang selalu berhubungan dengan harmoni Allah, manusia, dan alam untuk memperkuat komunikasi kampanye.
Ceritakan kisah-kisah warga atau manfaat yang terlibat dalam kampanye ini dengan mengedepankan aspek pengalaman personal dan perspektif yang humanis.
Selain berpedoman pada nilai-nilai Islam, sampaikan informasi penting yang mengacu pada fakta dan data yang valid, sehingga pesan dapat dipertanggungjawabkan.
Sediakan ruang diskusi yang terbuka bagi audiens, optimalkan tautan atau platform yang memudahkan mereka untuk berpartisipasi langsung (pendaftaran kegiatan, donasi, dsb).
Pastikan menggunakan tagar yang konsisten.
Banyak orang tidak paham tentang teknologi panel surya dan istilah-istilah teknis. Sebagai gantinya, gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Pastikan gaya penyampaian yang bersifat inklusif dan interaktif.
Jangan menggunakan visual yang tidak relevan dengan konteks kampanye.
Hindari menyoroti kekurangan; lebih baik mengedepankan semangat membangun gotong royong dan manfaat jangka panjang yang bisa diraih.